Setelah peristiwa 11 September, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat, sedangkan sebagian besar meninggal saat terjadinya serangan atas WTC - untuk menceritakan pengalamannya.
Pada pertemuan pagi itu, pimpinan keamanan menceritakan kisah bagaimana mereka bisa selamat. Dan semua kisah itu adalah hanyalah mengenai : HAL-HAL YANG KECIL.
Kepala kemanan perusahaan selamat pada hari itu karena mengantar anaknya hari pertama masuk TK.
Karyawan yang lain masih hidup karena hari itu adalah gilirannya membawa kue untuk murid di kelas anaknya.
Seorang wanita terlambat datang karena alarm jamnya tidak berbunyi tepat waktu.
Seorang karyawan terlambat karena terjebak di NJ Turnpike saat terjadi kecelakaan lalu lintas.
Seorang karyawan ketinggalan bus.
Seorang karyawan menumpahkan makanan di bajunya sehingga perlu waktu untuk berganti pakaian.
Seorang karyawan mobilnya tidak bisa dihidupkan.
Seorang karyawan masuk ke dalam rumah kembali untuk menerima telpon yang berdering.
Seorang karyawan mempunyai anak yang bermalas-malasan sehingga tidak bisa siap tepat waktu untuk berangkat bersama-sama.
Seorang karyawan tidak memperoleh taxi.
Sedangkan satu hal yang menahan saya sendiri adalah : sebuah sepatu baru. Saya memakai sepatu baru pagi itu, dan berangkat kerja dengan bersemangat. Tetapi sebelum sampai di kantor (WTC), sepatu itu menyebabkan luka di tumit. Saya berhenti di sebuah toko obat untuk membeli plester. Inilah yang menyebabkan saya bisa tetap hidup sampai hari ini.
Sekarang, jika saya terjebak dalam kemacetan lalu lintas, ketinggalan lift, harus masuk ke rumah lagi untuk menjawab telpon ... dan semua HAL KECIL yang mengganggu - sekarang ini saya sangat memahami, bahwa Tuhan benar-benar menginginkan saya berada di sini untuk saat ini
Suatu pagi jika saudara merasa semuanya terlihat sangat kacau, anak-anak lambat berpakaian, saudara tidak bisa menemukan kunci mobil, selalu sampai di perempatan saat lampu merah menyala; jangan terburu-buru marah atau frustrasi, karena TUHAN sedang bekerja untuk menjaga kehidupan anda!
Kiranya Tuhan selalu memberkati saudara dengan semua hal-hal kecil yang tampaknya mengganggu dan semoga saudara mengingat akan maksud dari semua peristiwa kecil itu terjadi.
Blog YESUS UNTUK SEMUA merupakan kumpulan dari ilustrasi yang dapat digunakan dalam berkhotbah dan kumpulan kesaksian hidup orang-orang percaya kepada Yesus
Kamis, 04 Februari 2010
DIBAYARKAN LUNAS II
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan
dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa
beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah
berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang
wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan,
ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut
pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya,
'berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?'
Wanita itu menjawab: 'Kamu tidak perlu membayar apapun'.
'Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan'
kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :' Dari
dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.'
Sekian belas tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang
sangat kritis. Paradokter dikota itu sudah tidak sanggup
menanganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kotabesar, dimana terdapat dokter
spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia
mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas
pancaran aneh pada mata dokter Kelly.
Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju
kamar si wanita tersebut.
Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia
langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali
ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk
menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan
perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh
kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!. Dr. Kelly meminta bagian keuangan
rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan
kepadanya untuk persetujuan.
Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar
tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa
ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil
seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan
ada sesuatu yang menarik perhatuannya pada pojok atas lembar tagihan
tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi...
'Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..' tertanda, DR Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: 'Tuhan, terima
kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan
tangan manusia.'
dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa
beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah
berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang
wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan,
ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut
pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya,
'berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?'
Wanita itu menjawab: 'Kamu tidak perlu membayar apapun'.
'Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan'
kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :' Dari
dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.'
Sekian belas tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang
sangat kritis. Paradokter dikota itu sudah tidak sanggup
menanganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kotabesar, dimana terdapat dokter
spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia
mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas
pancaran aneh pada mata dokter Kelly.
Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju
kamar si wanita tersebut.
Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia
langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali
ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk
menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan
perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh
kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!. Dr. Kelly meminta bagian keuangan
rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan
kepadanya untuk persetujuan.
Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar
tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa
ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil
seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan
ada sesuatu yang menarik perhatuannya pada pojok atas lembar tagihan
tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi...
'Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..' tertanda, DR Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: 'Tuhan, terima
kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan
tangan manusia.'
DIBAYARKAN LUNAS
Seorang pemuda sebentar lagi akan lulus kuliah. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Karena dia yakin ayahnya mampu untuk membelikan, sehingga dia sangat yakin nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu.
Hari kelulusanpun tiba, pemuda itu menunggu tanda dari ayahnya bahwa ia telah membeli mobil tersebut. Akhirnya pada pagi hari kelulusan ayahnya memanggil dia keruang belajar. Ayahnya mengatakan betapa bangga dan sayangnya ia memiliki anak yang baik seperti dia. Dia memberikan sebuah kado yang dibungkus dengan bagus.
Dengan penuh keingintahuan, tapi sedikit kecewa pemuda itu membuka kado tersebut dan menemukan sebuah Kitab Suci bersampulkan kulit. Dengan marah ia membentak ayahnya dan berkata, "Dengan uang yang kamu punya ayah hanya memberikan sebuah Kitab Suci?" dan pergi dari rumah meninggalkan Kitab Suci tersebut.
Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses.
Dia mempunyai rumah yang besar dan keluarga yang harmonis, sementara itu ayahnya semakin tua mungkin sudah saatnya untuk menemuinya. Sejak hari wisuda itu sang pemuda tidak pernah bertemu lagi dengan ayahnya. Sebelum ia melakukan persiapan untuk mengunjungi ayahnya, datang sebuah telegram yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua harta yang ia miliki kepada anaknya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap tidak baik terhadap ayahnya.
Ia mulai mencari berkas-berkas penting ayahnya dan menemukan Kitab Suci yang masih terbungkus rapih seperti saat ia meninggalkannya saat itu. Dengan berlinang air mata, ia membuka Kitab Suci tersebut dan pada saat sedang membaca, sebuah kunci jatuh dari sebuah amplop yang ditempel dibelakang Kitab Suci tersebut.
Kunci tersebut tercantum nama dealer mobil yang sama dengan dealer mobil dimana ia melihat mobil sport bersama ayahnya. Tanggal kwitansinya pun adalah hari kelulusannya dan tercantum...DIBAYARKAN LUNAS
Kadang kala kita salah mengartikan maksud dari seseorang karena penyajiannya berbeda dengan yang kita perkirakan.
Hari kelulusanpun tiba, pemuda itu menunggu tanda dari ayahnya bahwa ia telah membeli mobil tersebut. Akhirnya pada pagi hari kelulusan ayahnya memanggil dia keruang belajar. Ayahnya mengatakan betapa bangga dan sayangnya ia memiliki anak yang baik seperti dia. Dia memberikan sebuah kado yang dibungkus dengan bagus.
Dengan penuh keingintahuan, tapi sedikit kecewa pemuda itu membuka kado tersebut dan menemukan sebuah Kitab Suci bersampulkan kulit. Dengan marah ia membentak ayahnya dan berkata, "Dengan uang yang kamu punya ayah hanya memberikan sebuah Kitab Suci?" dan pergi dari rumah meninggalkan Kitab Suci tersebut.
Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses.
Dia mempunyai rumah yang besar dan keluarga yang harmonis, sementara itu ayahnya semakin tua mungkin sudah saatnya untuk menemuinya. Sejak hari wisuda itu sang pemuda tidak pernah bertemu lagi dengan ayahnya. Sebelum ia melakukan persiapan untuk mengunjungi ayahnya, datang sebuah telegram yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua harta yang ia miliki kepada anaknya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap tidak baik terhadap ayahnya.
Ia mulai mencari berkas-berkas penting ayahnya dan menemukan Kitab Suci yang masih terbungkus rapih seperti saat ia meninggalkannya saat itu. Dengan berlinang air mata, ia membuka Kitab Suci tersebut dan pada saat sedang membaca, sebuah kunci jatuh dari sebuah amplop yang ditempel dibelakang Kitab Suci tersebut.
Kunci tersebut tercantum nama dealer mobil yang sama dengan dealer mobil dimana ia melihat mobil sport bersama ayahnya. Tanggal kwitansinya pun adalah hari kelulusannya dan tercantum...DIBAYARKAN LUNAS
Kadang kala kita salah mengartikan maksud dari seseorang karena penyajiannya berbeda dengan yang kita perkirakan.
DIBAYARKAN LUNAS
Seorang pemuda sebentar lagi akan lulus kuliah. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Karena dia yakin ayahnya mampu untuk membelikan, sehingga dia sangat yakin nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu.
Hari kelulusanpun tiba, pemuda itu menunggu tanda dari ayahnya bahwa ia telah membeli mobil tersebut. Akhirnya pada pagi hari kelulusan ayahnya memanggil dia keruang belajar. Ayahnya mengatakan betapa bangga dan sayangnya ia memiliki anak yang baik seperti dia. Dia memberikan sebuah kado yang dibungkus dengan bagus.
Dengan penuh keingintahuan, tapi sedikit kecewa pemuda itu membuka kado tersebut dan menemukan sebuah Kitab Suci bersampulkan kulit. Dengan marah ia membentak ayahnya dan berkata, "Dengan uang yang kamu punya ayah hanya memberikan sebuah Kitab Suci?" dan pergi dari rumah meninggalkan Kitab Suci tersebut.
Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses.
Dia mempunyai rumah yang besar dan keluarga yang harmonis, sementara itu ayahnya semakin tua mungkin sudah saatnya untuk menemuinya. Sejak hari wisuda itu sang pemuda tidak pernah bertemu lagi dengan ayahnya. Sebelum ia melakukan persiapan untuk mengunjungi ayahnya, datang sebuah telegram yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua harta yang ia miliki kepada anaknya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap tidak baik terhadap ayahnya.
Ia mulai mencari berkas-berkas penting ayahnya dan menemukan Kitab Suci yang masih terbungkus rapih seperti saat ia meninggalkannya saat itu. Dengan berlinang air mata, ia membuka Kitab Suci tersebut dan pada saat sedang membaca, sebuah kunci jatuh dari sebuah amplop yang ditempel dibelakang Kitab Suci tersebut.
Kunci tersebut tercantum nama dealer mobil yang sama dengan dealer mobil dimana ia melihat mobil sport bersama ayahnya. Tanggal kwitansinya pun adalah hari kelulusannya dan tercantum...DIBAYARKAN LUNAS
Kadang kala kita salah mengartikan maksud dari seseorang karena penyajiannya berbeda dengan yang kita perkirakan.
Hari kelulusanpun tiba, pemuda itu menunggu tanda dari ayahnya bahwa ia telah membeli mobil tersebut. Akhirnya pada pagi hari kelulusan ayahnya memanggil dia keruang belajar. Ayahnya mengatakan betapa bangga dan sayangnya ia memiliki anak yang baik seperti dia. Dia memberikan sebuah kado yang dibungkus dengan bagus.
Dengan penuh keingintahuan, tapi sedikit kecewa pemuda itu membuka kado tersebut dan menemukan sebuah Kitab Suci bersampulkan kulit. Dengan marah ia membentak ayahnya dan berkata, "Dengan uang yang kamu punya ayah hanya memberikan sebuah Kitab Suci?" dan pergi dari rumah meninggalkan Kitab Suci tersebut.
Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses.
Dia mempunyai rumah yang besar dan keluarga yang harmonis, sementara itu ayahnya semakin tua mungkin sudah saatnya untuk menemuinya. Sejak hari wisuda itu sang pemuda tidak pernah bertemu lagi dengan ayahnya. Sebelum ia melakukan persiapan untuk mengunjungi ayahnya, datang sebuah telegram yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua harta yang ia miliki kepada anaknya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap tidak baik terhadap ayahnya.
Ia mulai mencari berkas-berkas penting ayahnya dan menemukan Kitab Suci yang masih terbungkus rapih seperti saat ia meninggalkannya saat itu. Dengan berlinang air mata, ia membuka Kitab Suci tersebut dan pada saat sedang membaca, sebuah kunci jatuh dari sebuah amplop yang ditempel dibelakang Kitab Suci tersebut.
Kunci tersebut tercantum nama dealer mobil yang sama dengan dealer mobil dimana ia melihat mobil sport bersama ayahnya. Tanggal kwitansinya pun adalah hari kelulusannya dan tercantum...DIBAYARKAN LUNAS
Kadang kala kita salah mengartikan maksud dari seseorang karena penyajiannya berbeda dengan yang kita perkirakan.
Rabu, 03 Februari 2010
BEJANA PILIHAN
Seorang Tuan sedang mencari sebuah bejana.
Sambil berjalan sang Tuan melihat dan menilai bejana-bejana tersebut.
1. Bejana Emas
"Pilihlah aku," teriak bejana emas,"Aku mengkilap dan bercahaya. Aku sangat berharga dan aku melakukan segala sesuatu dengan benar. Keindahanku akan mengalahkan yang lain. Dan untuk orang seperti Tuanku, emas adalah yang terbaik!"
Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata.
2. Bejana Perak, Ramping dan Tinggi
Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi.
"Aku akan melayani engkau Tuanku, aku akan menuangkan anggurmu dan aku akan berada di mejamu di setiap acara jamuan makan. Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata. Dan perakku akan selalu memujimu."
Tuan itu hanya lewat saja dan menemukan sebuah bejana tembaga.’
3. Bejana Kaca
Bejana ini lebar mulutnya dan dipoles seperti kaca.
"Sini! Sini!" teriak bejana itu, "aku tahu aku akan terpilih. Taruhlah aku dimejamu, maka semua orang akan memandangku."
4. Bejana Kristal
"Lihatlah aku!", panggil bejana kristal yang sangat jernih. Aku sangat transparan, menunjukkan betapa baiknya aku. Meskipun aku mudah pecah, aku akan melayani engkau dengan kebanggaanku. Dan aku yakin, aku akan bahagia dan senang tinggal dalam rumahmu."
5. Bejana Kayu
Tuan itu kemudian menemukan bejana kayu. Dipoles dan terukir indah, berdiri dengan teguh.
"Engkau dapat memakai aku, tuanku, kata bejana kayu. Tapi aku lebih senang bila engkau memakaiku untuk buah-buahan, bukan untuk roti."
6. Bejana Tanah Liat
Kemudian tuan itu melihat ke bawah dan melihat bejana tanah liat. Kosong dan hancur, terbaring begitu saja. Tidak ada harapan untuk terpilih sebagai bejana tuan itu.
Ah! Inilah bejana yang aku cari-cari. Aku akan perbaiki dan kupakai, dan akan aku buat sebagai milikku seutuhnya. Aku tidak membutuhkan bejana yang mempunyai kebanggaan. Tidak juga bejana yang terlalu tinggi untuk ditaruh di rak. Tidak juga yang mempunyai mulut lebar dan dalam. Tidak juga yang memamerkan isinya dengan sombong.Tidak juga yang merasa dirinya selalu benar.Tetapi yang kucari adalah bejana yang sederhana yang akan kupenuhi dengan kuasa dan kehendakku.
Kemudian ia mengangkat bejana tanah liat itu. Ia memperbaiki dan membersihkannya dan memenuhinya, ia berbicara dengan lembut kepadanya, "Ada tugas yang perlu engkau kerjakan, jadilah berkat buat orang lain, seperti apa yang telah kuperbuat bagimu."
Demikianlah halnya dengan Tuhan. Ia mencari orang-orang yang rendah hati dan mau berjalan menurut kehendak dan kemauan Tuhan.
Dan tentunya orang yang mau dibentuk, sekalipun harus melalui hal-hal menyakitkan.
Sambil berjalan sang Tuan melihat dan menilai bejana-bejana tersebut.
1. Bejana Emas
"Pilihlah aku," teriak bejana emas,"Aku mengkilap dan bercahaya. Aku sangat berharga dan aku melakukan segala sesuatu dengan benar. Keindahanku akan mengalahkan yang lain. Dan untuk orang seperti Tuanku, emas adalah yang terbaik!"
Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata.
2. Bejana Perak, Ramping dan Tinggi
Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi.
"Aku akan melayani engkau Tuanku, aku akan menuangkan anggurmu dan aku akan berada di mejamu di setiap acara jamuan makan. Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata. Dan perakku akan selalu memujimu."
Tuan itu hanya lewat saja dan menemukan sebuah bejana tembaga.’
3. Bejana Kaca
Bejana ini lebar mulutnya dan dipoles seperti kaca.
"Sini! Sini!" teriak bejana itu, "aku tahu aku akan terpilih. Taruhlah aku dimejamu, maka semua orang akan memandangku."
4. Bejana Kristal
"Lihatlah aku!", panggil bejana kristal yang sangat jernih. Aku sangat transparan, menunjukkan betapa baiknya aku. Meskipun aku mudah pecah, aku akan melayani engkau dengan kebanggaanku. Dan aku yakin, aku akan bahagia dan senang tinggal dalam rumahmu."
5. Bejana Kayu
Tuan itu kemudian menemukan bejana kayu. Dipoles dan terukir indah, berdiri dengan teguh.
"Engkau dapat memakai aku, tuanku, kata bejana kayu. Tapi aku lebih senang bila engkau memakaiku untuk buah-buahan, bukan untuk roti."
6. Bejana Tanah Liat
Kemudian tuan itu melihat ke bawah dan melihat bejana tanah liat. Kosong dan hancur, terbaring begitu saja. Tidak ada harapan untuk terpilih sebagai bejana tuan itu.
Ah! Inilah bejana yang aku cari-cari. Aku akan perbaiki dan kupakai, dan akan aku buat sebagai milikku seutuhnya. Aku tidak membutuhkan bejana yang mempunyai kebanggaan. Tidak juga bejana yang terlalu tinggi untuk ditaruh di rak. Tidak juga yang mempunyai mulut lebar dan dalam. Tidak juga yang memamerkan isinya dengan sombong.Tidak juga yang merasa dirinya selalu benar.Tetapi yang kucari adalah bejana yang sederhana yang akan kupenuhi dengan kuasa dan kehendakku.
Kemudian ia mengangkat bejana tanah liat itu. Ia memperbaiki dan membersihkannya dan memenuhinya, ia berbicara dengan lembut kepadanya, "Ada tugas yang perlu engkau kerjakan, jadilah berkat buat orang lain, seperti apa yang telah kuperbuat bagimu."
Demikianlah halnya dengan Tuhan. Ia mencari orang-orang yang rendah hati dan mau berjalan menurut kehendak dan kemauan Tuhan.
Dan tentunya orang yang mau dibentuk, sekalipun harus melalui hal-hal menyakitkan.
" Hati Sebagai Hamba "
Seekor harimau yang nyasar disuatu perusahaan, karena ketakutan akan ditemukan, sang harimau bersembunyi di toilet perusahaan. Berhari-hari ia cukup aman bersembunyi didalam toilet. Tak seorang pun memperhatikan toilet tersebut, karena jarang dipakai. Itu adalah toilet eksekutif. Namun setelah beberapa hari bersembunyi, sang harimau mulai kelaparan. Akhirnya ia memutuskan untuk menyantap apapun yang ditemukannya.
Pagi itu, Kepala HRD perusahaan masuk ke toilet. Betul-betul santapan yang lezat bagi sang harimau. Maka, setelah melihat situasi cukup aman, akhirnya harimau tersebut langsung menerkam Kepala HRD perusahaan itu. Berhari-hari setelah Kepala HRD hilang, ternyata perusahaan aman terkendali dan tidak terjadi masalah apapun. Dan sang harimau lapar lagi. Kali ini ia menunggu korban kedua. Ternyata, korban kedua tersebut adalah Presiden Direktur(Presdir) perusahaan itu yang banyak mengurusi urusan-urusan utama dalam perusahaan & urusan penting lainnya. Ketika ia sedang menikmati aktivitas alaminya, ia pun diterkam oleh harimau itu. Setelah kejadian itu, perusahaan tetap tenang, bahkan sampai berhari-hari setelah peristiwa itu, tak ada yang geger dan merasa kehilangan dengan lenyapnya Kepala HRD maupun Presiden Direktur.
Lantas, untuk ketiga kalinya setelah beberapa hari lewat, sang harimau pun lapar lagi. Pagi itu yang masuk adalah sang office boy. Hari itu, sang office boy membersihkan toilet eksekutif tersebut. Setelah melihat situasi aman, sang harimau menerkamnya. Selang beberapa jam kemudian, perusahaan tersebut menjadi geger, oranng-orang mulai mencari sang office boy yang hilang, karena mereka membutuhkannya untuk fotokopi, mengantarkan dokumen, melayani tamu, dan urusan-urusan lainnya, hal itu membuat mereka sibuk mencari sang office boy.
Keamanan pun dikerahkan untuk mencari sang office boy. Semua orang sibuk mencari sampai ke pelosok kantor. Justru karena sang harimau telah memakan sang office boy perusahaan menjadi geger dan harimau itu ditemukan di toilet eksekutif.
Tentu saja ini semua hanya cerita kiasan(ilustrasi/ perumpamaan), tetapi mempunyai makna yang sangat berharga.
"Barang siapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu dan
barang siapa yang ingin menjadi terkemuka diantara kamu, hendaklah ia menjadi hamba atas semuanya."
(Markus 10:43-44)
Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbesar (pemimpin) dalam suatu jabatan. Tidaklah salah untuk menjadi yang terbesar (pemimpin), tetapi Yesus menegaskan kepada kita dalam (Markus 10:43-44), jika kita ingin menjadi yang terbesar (pemimpin), hendaklah kita menjadi pelayan atas sesama (saling melayani) dengan penuh kerendahan hati & menjadi hamba untuk semua. Karena kedudukan & kemuliaan seorang pemimpin tidak terletak pada kekuasaan, melainkan pada pemberian dirinya yang tulus sebagai hamba atau pelayan bagi sesamanya. Dan kemuliaan seorang pemimpin tidak diukur dari banyaknya uang, jabatan & kuasa, melainkan dari kerelaanya untuk melayani & menyelamatkan banyak orang.
Sahabatku, jika kita ingin menjadi yang terkemuka atau terbesar diantara kita, maka hendaklah kita dengan rendah hati, mau menjadi Pelayan yang melayani sesama dan menjadi hamba bagi semua untuk melayani mereka untuk kemuliaan nama Tuhan.
Pagi itu, Kepala HRD perusahaan masuk ke toilet. Betul-betul santapan yang lezat bagi sang harimau. Maka, setelah melihat situasi cukup aman, akhirnya harimau tersebut langsung menerkam Kepala HRD perusahaan itu. Berhari-hari setelah Kepala HRD hilang, ternyata perusahaan aman terkendali dan tidak terjadi masalah apapun. Dan sang harimau lapar lagi. Kali ini ia menunggu korban kedua. Ternyata, korban kedua tersebut adalah Presiden Direktur(Presdir) perusahaan itu yang banyak mengurusi urusan-urusan utama dalam perusahaan & urusan penting lainnya. Ketika ia sedang menikmati aktivitas alaminya, ia pun diterkam oleh harimau itu. Setelah kejadian itu, perusahaan tetap tenang, bahkan sampai berhari-hari setelah peristiwa itu, tak ada yang geger dan merasa kehilangan dengan lenyapnya Kepala HRD maupun Presiden Direktur.
Lantas, untuk ketiga kalinya setelah beberapa hari lewat, sang harimau pun lapar lagi. Pagi itu yang masuk adalah sang office boy. Hari itu, sang office boy membersihkan toilet eksekutif tersebut. Setelah melihat situasi aman, sang harimau menerkamnya. Selang beberapa jam kemudian, perusahaan tersebut menjadi geger, oranng-orang mulai mencari sang office boy yang hilang, karena mereka membutuhkannya untuk fotokopi, mengantarkan dokumen, melayani tamu, dan urusan-urusan lainnya, hal itu membuat mereka sibuk mencari sang office boy.
Keamanan pun dikerahkan untuk mencari sang office boy. Semua orang sibuk mencari sampai ke pelosok kantor. Justru karena sang harimau telah memakan sang office boy perusahaan menjadi geger dan harimau itu ditemukan di toilet eksekutif.
Tentu saja ini semua hanya cerita kiasan(ilustrasi/ perumpamaan), tetapi mempunyai makna yang sangat berharga.
"Barang siapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu dan
barang siapa yang ingin menjadi terkemuka diantara kamu, hendaklah ia menjadi hamba atas semuanya."
(Markus 10:43-44)
Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbesar (pemimpin) dalam suatu jabatan. Tidaklah salah untuk menjadi yang terbesar (pemimpin), tetapi Yesus menegaskan kepada kita dalam (Markus 10:43-44), jika kita ingin menjadi yang terbesar (pemimpin), hendaklah kita menjadi pelayan atas sesama (saling melayani) dengan penuh kerendahan hati & menjadi hamba untuk semua. Karena kedudukan & kemuliaan seorang pemimpin tidak terletak pada kekuasaan, melainkan pada pemberian dirinya yang tulus sebagai hamba atau pelayan bagi sesamanya. Dan kemuliaan seorang pemimpin tidak diukur dari banyaknya uang, jabatan & kuasa, melainkan dari kerelaanya untuk melayani & menyelamatkan banyak orang.
Sahabatku, jika kita ingin menjadi yang terkemuka atau terbesar diantara kita, maka hendaklah kita dengan rendah hati, mau menjadi Pelayan yang melayani sesama dan menjadi hamba bagi semua untuk melayani mereka untuk kemuliaan nama Tuhan.
Kisah Sebuah Kesetiaan
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 25:23
Cerita kesetiaan seekor anjing pada tuannya seringkali menyentuh hati. Di Jepang ada legenda seekor anjing yang setia menemani tuannya, Prof. Dr. Elisaburo Ueno, guru besar di Universitas Tokyo. Awalnya, Hachiko, anjing itu diajak mengantar dan menjemput tuannya di sebuah stasiun kereta api. Setiap hari, Hachiko selalu menunggu dengan setia kedatangan profesor. Suatu saat, tahun 1925, sang profesor tidak muncul di stasiun kereta karena meninggal di tempat mengajar. Namun Hachiko, dengan kesetiaan luar biasa tetap menanti hingga tengah malam. Keesokannya, lusa, dan bahkan dikisahkan seterusnya selama 10 tahun, ia terus menunggu. Suatu saat, Hachiko tertabrak dan mati seketika. Kisah ini sangat mengharukan masyarakat Jepang sehingga mereka mengabadikannya dengan mendirikan patung anjing.
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kisah ini? Matius 25:23 adalah gambaran kerinduan Allah akan kesetiaan anak-anak-Nya. Kesetiaan yang bukan didasari oleh motivasi yang salah misalnya ingin berkat, tetapi murni karena mengasihi Allah. Allah tidak mengidentifikasikan hamba yang setia sebagai orang serba bisa dalam pekerjaannya, tapi lebih kepada kesetiaan atau ketekunan seorang hamba dalam melayani karena kasih. Sudahkah anda setia atas apa yang Allah percayakan kepada anda dengan alasan yang benar? Setialah pada hal kecil agar dipercaya Allah untuk perkara yang besar.
Cerita kesetiaan seekor anjing pada tuannya seringkali menyentuh hati. Di Jepang ada legenda seekor anjing yang setia menemani tuannya, Prof. Dr. Elisaburo Ueno, guru besar di Universitas Tokyo. Awalnya, Hachiko, anjing itu diajak mengantar dan menjemput tuannya di sebuah stasiun kereta api. Setiap hari, Hachiko selalu menunggu dengan setia kedatangan profesor. Suatu saat, tahun 1925, sang profesor tidak muncul di stasiun kereta karena meninggal di tempat mengajar. Namun Hachiko, dengan kesetiaan luar biasa tetap menanti hingga tengah malam. Keesokannya, lusa, dan bahkan dikisahkan seterusnya selama 10 tahun, ia terus menunggu. Suatu saat, Hachiko tertabrak dan mati seketika. Kisah ini sangat mengharukan masyarakat Jepang sehingga mereka mengabadikannya dengan mendirikan patung anjing.
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kisah ini? Matius 25:23 adalah gambaran kerinduan Allah akan kesetiaan anak-anak-Nya. Kesetiaan yang bukan didasari oleh motivasi yang salah misalnya ingin berkat, tetapi murni karena mengasihi Allah. Allah tidak mengidentifikasikan hamba yang setia sebagai orang serba bisa dalam pekerjaannya, tapi lebih kepada kesetiaan atau ketekunan seorang hamba dalam melayani karena kasih. Sudahkah anda setia atas apa yang Allah percayakan kepada anda dengan alasan yang benar? Setialah pada hal kecil agar dipercaya Allah untuk perkara yang besar.
Langganan:
Postingan (Atom)